Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Wall Street turun lagi akibat spekulasi pengurangan stimulus

Wall Street turun lagi akibat spekulasi pengurangan stimulus

610
0
SHARE

wallstreetSaham-saham di Wall Street ditutup melemah lagi pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah laporan penjualan ritel yang lebih baik mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve AS bisa segera menarik kembali program stimulusnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 104,10 poin (0,66 persen) menjadi 15.739,43, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 6,72 poin (0,38 persen) menjadi 1.775,50, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq menyerah 5,41 poin (0,14 persen) menjadi 3.998,40.

Kamis menandai kerugian hari ketiga berturut-turut setelah kenaikan kuat sepanjang tahun .

Peter Cardillo, direktur riset investasi di Rockwell Global Capital, mengaitkan penurunan terhadap laporan penjualan ritel November, yang menunjukkan pertumbuhan 0,7 persen, di atas 0,6 persen yang diperkirakan oleh para analis.

“Pasar sedang memposisikan diri untuk pengumuman pengurangan stimulus yang sangat mungkin pada pertemuan Federal Reserve pekan depan,” kata Cardillo.

“Mereka memiliki semua bukti yang dibutuhkan untuk bertindak.”

Data penjualan ritel menyusul laporan ekonomi yang lebih baik pada pertumbuhan dan pengangguran, kata Cardillo. Laporan-laporan ini telah membantu meningkatnya spekulasi The Fed mungkin mengurangi program pembelian obligasi 85 miliar dolar AS per bulan pada pertemuan kebijakan pekan depan.

Jaringan hotel Hilton Worldwide membuat keberhasilan kembali ke pasar saham, naik 7,5 persen menjadi 21,50 dolar AS per saham pada hari pertama perdagangan menyusul harga IPO-nya 20 dolar AS per saham.

Perusahaan jejaring sosial Twitter menguat 5,7 persen setelah meluncurkan iklan online bentuk baru melalui platform MoPub-nya.

Saingan Twitter, Facebook, juga mencetak kenaikan 5,0 persen setelah S&P 500 mengumumkan perusahaan akan ditambahkan ke indeks bergengsi itu setelah penutupan perdagangan Jumat.

Perusahaan teknologi Oracle turun 2,8 persen setelah RBC Capital memangkas peringkatnya menjadi “sector perform” dari “outperform”, mengutip persaingan ketat dari vendor komputasi awan lainnya dan kekhawatiran belanja di China. Morgan Stanley juga menurunkan Oracle karena prospek pertumbuhan yang tidak pasti.

Jaringan pakaian olahraga wanita Lululemon Athletica menukik 11,7 persen setelah mengeluarkan proyeksi laba mengecewakan untuk kuartal keempat. Lululemon memproyeksikan laba 78-80 sen per saham , di bawah 84 sen yang diperkirakan para analis.

General Motors turun 0,3 persen setelah mengumumkan pihaknya menjual sisa sahamnya di Ally Financial dan produsen mobil Prancis PSA Peugeot Citroen.

Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS naik menjadi 2,88 persen dari 2,84 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,90 persen dari 3,88 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.