Home PASAR SAHAM BURSA SAHAM Wall Street sukses torehkan rekor pada perdagangan kemarin

Wall Street sukses torehkan rekor pada perdagangan kemarin

377
0
SHARE
NEW YORK, NY - DECEMBER 17: A trader works on the floor of the New York Stock Exchange during the afternoon of December 17, 2014 in New York City. Stocks rose nearly 300 points, marking the best day for the Dow Jones Industrial Average of 2014, after the Federal Reserve announced it plans to begin raising interest rates next year. (Photo by Andrew Burton/Getty Images)

Setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan, bursa saham Amerika Wall Street masih memiliki tenaka dan sukses mentorehkan rekor pada perdagangan kamis 8 Desember kemarin. hasil ini adalah reli terpanjang pasca Pilpres Amerika yang memenangkan Donald Trump. Menjelang dan sesudah Pilpres wall street terlihat bergerak melemah dan banyak mendapatkan tekanan, karena kemenangan Trump yang terpilih menjadi presiden sebab hal ini diluar dugaan sehingga pelaku pasar mencermati ini dan berimbas kepada tekanan di bursa saham wall street, bukan hanya saham laju mata uang Dollar AS pun ikut kena imbas kemenangan Trump.

Pada perdagangan kamis (8/12), Indeks saham dow Jones Industrial Average ditutup menguat sekitar 0.33% atau 65.19 poin menjadi 19.614,81. Sementara itu indeks standar & poors 500 mengalami penguatan 0.22% atau 4.84 poin menjadi 2.246,19. Dari sektor Teknologi, Indeks Nasdaq yang mentransaksikan saham teknologi berhasil menguat 0.44% atau 23,59 poin menjadi  5.417,36. Ketiga saham tersebut telah sukses mentorehkan rekor baru setelah pada perdagangan sebelumnya masing masing saham tersebut menguat lebih dari 1%.

Penguatan saham saham Wall Street karena ikut terdorong dari keyakinan para pelaku pasar yang yakin Presiden baru nanti bisa meningkatkan stimulus ekonomi domestik dan juga kebijakan untuk mengurangi regulasi danpajak korporasi. Selain itu, data terakhir menyebutkan bahwa pengajuan manfaat pengangguran mengalami penurunan dari posisi tertinggi selama 5 pekan terkahir.

Para pengamat mmengatakan, melemahnya wall street merepakan keterkejutan pelaku pasar pasca pilpres kemarin dan ini hanya bersifat sementara. Selain itu sampai saat ini masih banyak dana yang masih keluar dari pasar obligasi dan mencari instrumen investasi lain.