Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Wall Street Harus Tertekan Oleh Isu Brexit Refrendum

Wall Street Harus Tertekan Oleh Isu Brexit Refrendum

1994
0
SHARE

Pada perdagangan awal pekan ini, Pelaku pasar Global cendrung mengamati perkembangan isu Brexit Refrendum yang semakin menguat hampir sepekan ini. isu ini membuat sejumlah perdagangan internasioal jadi terganggu. Pelaku pasar forex sesi eropa pun terkena imbas dari isu ini. selain itu pasar saham global saat ini cendrung mengalami pelemahan karena adanya isu brexit refrendum yang membuat inggris akan keluar dari Kawasan uni eropa. Saat ini Wall street terlihat mengalami pelemahan imbas dari isu brexit refrendum selain itu menurunnya Wall street karena stabilitas ekonomi Amerika Serikat (AS) yang saat ini ekonomi As cendrung tidak stabil

Beberapa saham di kawasan Amerika cendrung melemah karena para investor masih terus mencermati isu brexit yang semakin mencuat. saham Dow Jones Industrial Averange (DJIA) harus anjlok 57,66 poin atau 0,33 % dan berada pada angka 17.674,82. Selain itu selama 4 sesi perdagangan saham, Indeks S&P 500 harus anjlok sekitar 2%. Hal ini karena sebagian investor masih was was terhadap isu brexit dan juga akibat the fed yang menunda kenaikan suku bunga Acuan. Saham Wells Fargo merosot 2,27 5% dan JP Morgan Chase menurun 1,88 %. Sebagian bursa saham Wall street selama 3 hari Iini terus mengalami pelemahan karena tidak adanya dorongan yang di lakukan oleh investor.

Hingga perdagangan hari ini, saham yang ikut di transaksikan jauh lebih tinggi di banding dengan transakasi saham pada sebelumnya. dengan rata-rata transaksi harian yang ada di angka 6,7 miliar saham. Hal ini membuat Bank Sentral AS akan melakukan pertemuan tertutup untuk membahas krisis monter ini. saat ini The Fed masih terus mengamati data ekonomi As, jika data ekonomi As membaik kemungkinan The fed akan menaikan suku bunga acuan. Saat ini fokus utama pelaku pasar adalah isu Brexit Refrendum di Eropa.