Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Sepekan ke Depan IHSG berpotensi Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Sepekan ke Depan IHSG berpotensi Menguat, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

598
0
SHARE

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan masih akan mengalami penguatan. Sejumlah data ekonomi global yang positif menjadi penopangnya.  Pekan ini  indeks akan berada di level support 4.430 dan resistence di level 4.470. Sejumlah sentimen positif dari domestik pun turut mendukung penguatan IHSG, di antaranya tingkat inflasi yang masih rendah, dan BI Rate yang masih tetap di level 5,75%.

Selain itu, data ekonomi global pun, menurut John akan menjumpai perkembangan cukup menggembirakan. Di antaranya data keuangan global yang membaik, negara-negara Eropa sendiri sudah menyelesaikan obligasinya dengan harga murah.  Meski demikian bayangan pelemahan rupiah masih harus diwaspadai jika memang rupiah tertekan.

Didroyeksikan ada tiga sektor yang akan mengalami penguatan dan mampu memberi kontribusi terhadap kenaikan indeks di antaranya datang dari sektor telekomunikasi, sektor infrastruktur, dan sektor properti.

Secara teknis, Moving Average Convergence-Divergence (MACD) bergerak turun dan gagal golden cross dengan histogram negatif yang memanjang. The Relative Strength Index (RSI), William’s %R, dan Stochastic mulaimenjauhi area overbought.

Dari penutupan di akhir pekan ini, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan dalam sepekan ke depan jika tidak didukung oleh adanya sentimen positif.  Selama level 4.300 masih bisa bertahan, diharapkan IHSG tidak membuka peluang menuju tren bearish-nya.

Sepekan ke depan, sejumlah data akan rilis antara lain:  trade balance Korea Selatan, household confidence & coremachinery orders bulanan Jepang,  industrial production Italia,  Industrial production Eropa,  Consumer Price Index (CPI) Jerman & Inggris,  retail sales, indeks manufaktur, dan business inventories AS.  Lalu  rilis data-data dari China seperti indeks harga rumah, Produk Domestik Bruto (PDB), retail sales, dan industrial production.

Diharapkan BI bisa segera merealisasikan langkahpenahanan terhadap pelemahan rupiah sehingga tidak terlalu memberikan sentimen negatif untuk pasar saham. Setidaknya rupiah akan diperdagangkan pada pekan depan pada level 9.850-9.625 per dolar AS. Untuk data-data di Eropa diharapkan dapat dirilis positif sehingga mampu berimbaspada apresiasi Euro.  Bila Euro menguat, akan mampu menandingi dolar AS dan rupiah pun akan ikut terimbas positifnya.

Sementara untuk saham-saham yang dapat dipertimbangkan antara lain: Saham-saham tersebut adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Media Nusantara Citra (MNCN), PT Total Bangun Persada (TOTL), PT Ciputra Surya (CTRS), PT Bank Mandiri (BMRI), PT AKR Corporindo (AKRA), dan PT Hero Supermarket (HERO).

Sebagai informasi, pada perdagangan pekan lalu, Jumat (11/1) IHSG berakhir di level 4.305,91 setelah melemah 11,4 poin atau 0,2% dengan volume perdagangan mencapai 3,9 miliar saham senilai Rp 4,5 triliun. Investor asing mengalami net sell mencapai Rp 259,4 miliar.

Sebanyak 119 saham melemah, 125 saham stagnan dan 122 saham menguat. Indeks mengalami aksi jual sehingga tidak dapat bertahan di zona positif. Pelemahan terdalam terjadi pada saham sektor pertambangan 1,1% disusul saham sektor perkebunan 1%. Sedangkan penguatan dipimpin sektor properti 0,4%.