Home Reksadana Sebab Implementasi LKD Belum Optimal

Sebab Implementasi LKD Belum Optimal

807
0
SHARE

Target dari pemerintah untuk segera menumbuhkan kepemilikan rekening pada masyarakat menjadi sebesar 75% dari kondisi sekarang ini sebanyak 36% melalu penerapan LKD (layanan  keuangan digital) yang masih belum berjalan optimal.

Implementasi LKD (layanan  keuangan digital) dinilai hingga saat ini belum optimal karena terhadang berbagai kendala. Dari riset pendahuluan yang telah dilakukan dari Lembaga Ekonomi serta Masyarakat Fakultas Ekonomi hingga Bisnis Universitas Indonesia LPEM UI mengenai pertumbuhan inklusi keuangan di daerah, saat ini sudah ada lima faktor sudah menjadi kendala paling utama.

Diantaranya keterbatasan dari jumlah agen terutama dari agen LKD/nonbank, lokasi dari agen yang relatif paling dekat dengan bank serta ATM, dari sebagian besar dari pengguna LKD dan nasabah bank, fungsi dari LKD yang lebih dominan digunakan sebagai pembayaran sedangkan Laku Pandai pada layanan keuangan dasar dan kendala terkait ketersediaan sinyal serta  pendanaan dengan peralatan yang tidak memadai.

Survey tersebut diadakan selama bulan Desember 2016 hingga Januari 2017 khususnya kota Lhokseumawe, Aceh Utara untuk Provinsi Aceh, kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat di NTB yang akan melibatkan 246 dari pemilik usaha serta 444 pengguna.

Tiga indikator indeks inklusivitas keuangan Bank Indonesia ialah akses, keuangan serta kualitas dan kami melihat ada yang paling bagus dari aspek kualitas. Sementara dari sisi akses serta penggunaan yang masih belum optimal,” tegas peneliti senior yang didatangkan dari UI Chaikal Nuryakin Jakarta, Selasa (28/02/2017).