Home TRADING SAHAM HARGA SAHAM Saham Unggulan Di Eropa Mengalami Penurunan

Saham Unggulan Di Eropa Mengalami Penurunan

914
0
SHARE

Terhitung sejak pembukaan perdagangan saham di awal pekan untuk sesi eropa. Masih banyak beberapa saham unggulan di eropa yang di buka melemah. Melemahnya saham unggulan di eropa karena masih tertekan bursa saham di asia dan juga kinerja saham Wall street yang di perdagangkan masih belum bisa mendongkrak pasar saham.

Hal ini karena sebagian investor masih mencermati isu kenaikan suku bunga acuan yang akan kembali naik pada pertengahan tahun ini. isu kenaikan suku bunga acuan ini muncul setelah the fed dan fomc membahas tentang adanya kenaikan suku bunga acuan menyusul semakin membaiknya data ekonomi Amerika serikat.

Selain itu untuk sesi pasar eropa, sebagian investor masih mencermati tentang pernyataan dari hawkish Fed. Yang membahas tentang adanya penekanan harga komoditi yang berimbas ke menurunnya harga minyak mentah dunia dan adanya peningkatan data ekonomi francis dan Jerman yang sedang menghadapi permasalahan tentang kebijakan baru.

Hampir selama dua pekan pasar saham di eropa sedang naik turun, hal ini di picu karena ada keraguan oleh para investor menghadapi kenaikan suku bunga oleh the fed dan juga mengambil langkah mengantisipasi laporan baru yang akan di rilis bank sentral eropa karena meningkatnya risiko deflasi di zona euro. Hal ini juga di picu akibat menurunnya harga minyak yang menekan bursa saham eropa.

Saham Bayer terperosok sekitar 5,7 persen menjadi 84,42 euro pada indeks DAX-30 dan ditutup turun 0,7 persen. Saham Monsanto naik 4,9 persen menjadi 106,52 dolar AS dalam perdagangan di Wall Street. Indeks acuan FTSE 100 harus turun sekitar 0.1%.

selain itu hal ini juga berimbas kepada pasar perdagangan mata uang, yang dimana Euro harus tertekan oleh penguatan dolar as selain itu juga euro sempat melemah tak berdaya melawan yen jepang. Namun kondisi ini di prediksi akan segera membaik pasca bank sentral inggris memberikan pernyataan bahwa Inggris pada refrendum nanti masih akan masuk kedalam uni eropa. Sehingga ini mampu memebrikan angin segar terhadap pasar saham di eropa.