Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Saham saham di Wall Street Anjlok

Saham saham di Wall Street Anjlok

615
0
SHARE

Informasi Saham di WallstreetPada Kamis pagi 26 Maret 2015 atau Rabu 25 Maret 2015 di Wallstreet, saham saham yang bertengger di bursa saham tersebut tercatat mengalami penurunan. Harga saham saham merosot tajam, terlebih pada bursa Nasdaq yang mencatatkan penurunan yang paling dalam dikarenakan adanya kekhawatiran pada ekuitas teknologi dan bioteknologi yang saat ini nilainya sudah overvalued. Pada indeks komposit Nasdaq sendiri yang pada Senin lalu 23 Maret 2015, bertengger pada posisi 5.000, pada hari ini dikabarkan mencatatkan penurunan sebesar 2,37%  atau merosot sebanyak 118,21 poin ke angka 4.876,52 menurut laporan kantor berita AFP.

Beberapa saham merosot di bursa saham lainnya

Selain indeks Nasdaq, indeks Dow Jones sendiri mengalami penurunan tajam sebesar 1,62% atau turun sebanyak 292,60 poin ke angka 17.718,4, lalu pada indeks S&P500, tercatat penurunan sebanyak 30,45 poin atau sebesar 1,46% ke posisi 2.061,05. Analis beranggapan bahwa adanya kekhawatiran akan saham saham dari sektor biotek yang khususnya telah naik ke posisi tertingginya dengan cara  yang tidak beralasan di belakang hasil klinis untuk obat-obat yang tidak akan sukses di pasar dalam jangka waktu yang bertahun-tahun. Beberapa saham teknologi yang jatuh kali ini adalah Apple, Microsoft, Netflix, Twitter dan tesla Motors. Untuk Apple sendiri, jatuh 2,6%, Microsoft turun 3,4% dan Google sendiri berkurang 2,0%. Netflix dan Twitter masing masing jatuh sebesar 3,8%, lalu yang terakhir adalah Tesla Motors yang jatuh sebanyak 3,7%.

2 perusahaan chip besar seperti Texas Instruments dan Micron Technology masing masing jatuh sebesar 4,6% dam 5,0%. Beberapa saham lainnya seperti Kraft Foods justru naik sebesar 35,6% ke posisi US$83,17, ini dikarenakan HJ Heinz yang memiliki 3G Capital dan juga Warren Buffett Berkshire Hathaway setuju melakukan pembayaran US$ 10 Milyar yang berbentuk deviden khusus US$16,50 per sahamnya, kepada para pemegang saham Kraft pada usulan persetujuan merger dalam tujuan untuk menjadikan perusahaan makanan paling besar ketiga di dunia.