Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Pre Opening: Aksi Ambil Untung Masih Membayangi IHSG, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Pre Opening: Aksi Ambil Untung Masih Membayangi IHSG, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

310
0
SHARE

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan down reversal dari area overbought. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.470-4.490 dan resistance 4.515-4.520. Penguatan terbatas kemungkinan akan kembali terjadi karena IHSG ingin mencoba kembali mengetes level resisten berikutnya di tengah aksi-aksi profit taking.

Perkiraan IHSG akan mengalami pelemahan terhapuskan dengan adanya sentimen positif seperti yang diharapkan sebelumnya. Sementara bursa saham Asia kembali rebound setelah terimbas positifnya laju bursa saham AS dan Eropa serta turunnya nilai tukar yen seiring rencana pengunduran diri gubernur BoJ.  Dengan berita tersebut, pelaku pasar berasumsi akan terjadi percepatan pelonggaran moneter di Jepang dan saham-saham otomotif dan perbankan memimpin kenaikan.

Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan antara lain: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan support Rp 8.600-8.850 dan resistance Rp 8.900-9.000. Membentuk pola Spinning di atas middle bollinger band (MBB).  PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan support Rp 2.200 dan resistance Rp 2.375-Rp 2.400. Membentuk pola stochastic upreversal menuju area overbought.

Berikutnya saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) dengan support Rp 3.025-Rp 3.075 dan resistance Rp 3.175-Rp 3.200. Membentuk pola tweezers bottom. RSI upreversal. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dalam kisaran Rp 760-Rp 810, trading buy selama di atas Rp 780.  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dalam kisaran Rp 385-Rp 425, trading sell jika Rp 400 gagal bertahan.

Kemudian  saham PT Sugih Energy (SUGI) dalam kisaran Rp 375-Rp 400, trading buy selama di atas Rp 380.  PT Erajaya Swasembada (ERAA) dalam kisaran Rp 2.775-2.900, trading buy selama di atas Rp 2.825.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.508,12 (level tertingginya) di akhir sesi I dan menyentuh level 4.483,06 (level terendahnya) di awal sesi I dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.498,98.  Volume perdagangan dan nilai total transaksi menurun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual.Investor domestik mencatatkan nett sell.