Home Investasi Persiapkan IPO, Saratoga Investama Rencanakan Ekspansi ke Sektor Barang Konsumsi

Persiapkan IPO, Saratoga Investama Rencanakan Ekspansi ke Sektor Barang Konsumsi

600
0
SHARE

Perusahaan private-equity, PT Saratoga Investama Sedaya, berencana menginvestasikan dana sekitar USD  480 juta terutama di perusahaan barang konsumsi (consumer goods), menjelang penawaran perdana saham (IPO) perseroan yang direncanakan tahun ini.

Sementara itu, Edwin Soeryadjaya, pendiri Saratoga, menyatakan langkah tersebut dilakukan memanfaatkan tingginya tingkat konsumsi pasar Indonesia, di tengah perlambatan ekonomi global yang menurunkan harga komoditas seperti batubara dan minyak sawit.

Lebih lanjut Edwin menjelaskan,  Saratoga akan bekerjasama dengan investor lain karena kesepakatan pembelian perusahaan bisa melampaui USD  90 juta dalam satu proyek.  Saratoga didirikan Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno pada 1998. Saat ini, melalui Asia Fund III, Saratoga mengelola dana sekitar USD  600 juta. Sebesar USD  120 juta dari dana yang dikelola telah diinvestasikan.

Diperkirakan peluang pertumbuhan industri consumer goods di Indonesia prospektif di 2013 seiring tingginya tingkat konsumsi pasar. Belanja konsumen di Indonesia mengambil porsi 63% dari keseluruhan perekonomian tahun lalu, menurut data pemerintah. Tingginya tingkat konsumsi di Indonesia juga ditopang besarnya jumlah konsumen kelas menengah.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia merupakan ekonomi terbesar ke-16 di dunia yang ditopang 45 juta jiwa konsumen kelas menengah, menurut laporan The McKinsey Global Institute. Di 2020, konsumen kelas menengah diperkirakan mencapai 85 juta jiwa dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 5%-6% per tahun.

Di sisi lain, banyaknya komponen biaya produksi industri barang konsumsi yang naik menjadi tantangan di tahun ini. Mulai dari upah buruh yang meningkat rata-rata 40%, kenaikan harga gas, serta rencana peningkatan tarif dasar listrik. Menghadapi hal itu, sejumlah asosiasi industri di sektor barang konsumsi memproyeksikan rata-rata biaya produksi perusahaan consumer bisa naik 3%-10% di 2013 dibanding tahun sebelumnya. [geng]