Home Obligasi Perbankan Enggan Terbitkan Obligasi Infrastruktur

Perbankan Enggan Terbitkan Obligasi Infrastruktur

626
0
SHARE
Berita Obligasi
Obligasi

JAKARTA, – Gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia belum didukung sepenuhnya oleh lembaga keuangan nasional. Banyak perbankan yang masih enggan menerbitkan obligasi untuk pembiayaan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perekonomian Hatta Radjasa saat membuka Simposium Indonesia infrastructure Outlook 2013 yang diselenggarakan Kompas dan BNI di Ballroom Hotel Fourseason, Selasa (18/12). Hadir dalam simposium ini sekitar 500 peserta dari BUMN, Perbankan, pelaku usaha dan para pemimpin redaksi media massa.

Menurut Hatta, alasan enggannya perbankan menerbitkan obligasi karena rendahnya minat masyarakat untuk membeli obligasi tersebut. Artinya, jelas Hatta, obligasi infrastruktur belum diminati di pasar uang. Padahal, target investasi pemerintah di sektor ini sangat tinggi. Dari 2011 hingga 2014 ditargetkan nilai investasinya mencapai Rp 3000 triliun.

Karenanya, Hatta melihat, BUMN sebagai satu-satunya potensi di luar APBN untuk pembiayaan infrastruktur di Indonesia. “Hingga 2014, BUMN sudah berkomitmen hingga Rp 900 triliun. Sisanya akan dicarikan dari sumber pembiayaan lain seperti perbankan dan FDI,” papar Hatta.

Dalam mendorong peran BUMN tersebut, Hatta juga akan menempuh mekanisme cepat yang bersifat memotong kompas. Namun Hatta mengakui bahwa pengembangan infrastruktur di Indonesia masih dihantui masalah korupsi.

“Kita tidak menempuh mekanisme tender yang memakan waktu, yang berlarut-larut. Kita langsung memberi penugasan ke BUMN lewat Keppres. Bila tidak sangup langsung minggir aja. Bila well performed, kita dukung. Contoh sukses penugasan ini sudah ada yaitu proyek ekspansi pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Ngurah Rai, Denpasar,” ujar Hatta yang hari ini tepat berulang tahun.