Home Investasi “Musim” Smelter, Investasi Bisa Capai Rp10 Triliun

“Musim” Smelter, Investasi Bisa Capai Rp10 Triliun

6263
0
SHARE

investasi-reksadanaSektor pertambangan masih menjadi primadona di Sulsel. Apalagi dengan adanya UU Minerba.

REALISASI investasi di Sulsel sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp10 triliun. Angka itu berdasarkan penerbitan izin penanaman modal hingga Desember 2013.

Kepala UPT Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) BKPMD (Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah) Sulsel, Said Wahab, mengatakan, angka itu bisa meningkat. Sebab, masih banyak rencana investasi yang sudah jalan, namun belum diterbitkan izinnya.

“Khususnya investasi industri smelter, seperti di Bantaeng, Luwu, dan Jeneponto, masih banyak yang belum kita masukkan karena belum terbit izinnya. Ini tidak termasuk izin usaha peternakan dan perkebunan,” jelas Said Wahab, saat ditemui di ruangannya, Jumat 21 Februari.

Di Bantaeng misalnya, kata dia, dari delapan industri smelter yang sudah meneken MoU, baru tiga di antaranya yang dipastikan terealisasi tahun 2014, karena sudah mengantongi izin.

“Di Barru juga ada industri penjernihan minyak, namun belum dipastikan direalisasikan tahun ini. Belum ada izin terbitnya,” jelas Said.

Dari Rp10 triliun tersebut, sebagian besar di antaranya adalah investasi di bidang pertambangan, perindustran, perdagangan, dan kehutanan. Tambang didominasi investor asing. Sedangkan investasi perusahaan jasa oleh investor dari daerah.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan BKPMD Sulsel, Indiani Ismu, menjelaskan, sepanjang 2013, realisasi investasi di Sulsel sebagian besar datang dari luar negeri. “Penanaman modal asing mencapai USD462,7 juta (sekitar Rp4 triliun). Sedangkan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tahun lalu sebesar Rp921 miliar,” jelas dia.

Menurut Indiani, PMDN di Sulsel di 2013 lebih rendah dari tahun 2012, sebesar Rp2,3 triliun. Sedangkan realisasi investasi modal asing tahun lalu mencapai USD582,7 juta