Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Melihat Prospek dan Kinerja Saham Sektor Konsumer

Melihat Prospek dan Kinerja Saham Sektor Konsumer

727
0
SHARE

Pasar saham terus bergerak bervariasi setiap harinya. Berbagai macam sektor ada yang bergerak naik dan turun tergantung kondisi pasar global dan sentimen dari pelaku pasar. Salah satu yang perlu di sorot adalah saham sektor barang konsumer, sektor ini bisa menjadi penopang industri pasar saham saat situasi pasar global sedang tidak kondusif. Investor sangat yakin dengan sektor ini, walaupun ekonomi sedang memburuk, namun konsumen masih akan membeli barang kebutuhan sehari hari. Sektor ini juga termasuk produk makanan, namun di lain sisi, sektor ini sangat terpengaruh terhadap fluktuasi harga bahan baku. Namun ini masih menjadi incara para investor.

Seperti yang disampaikan oleh Analis BCA Sekuritas, Jennifer Frederika mengatakan bahwa, menurunkan rating sektor konsumer dari  overweight menjadi neutral. Yang menjadi pertimbangan penurunan adalah, saat harga bahan baku sedang naik, yang meliputi juga dengan Crude Palm Oil (CPO) dan juga skimmed milk powder (SMP), selain itu sektor konsumsi juga harus mengahdapi nilai tukar, jika nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sedang menguat, makan secara langsung akan memberikan dampak terhadap sektor konsumer. Salah satu sektor konsumer yang banyak memberikan pengaruh adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Emiten ini memiliki potensi untuk peningkatan harga bahan baku dan nilai tukar dan tekanan ini bisa menimpa PT Indofood CBP Sukses Makmur TBK (ICBP).

Selain itu ia juga menambahkan bahwa Laba Kotor ICBP bisa menurun 2.2% akibat kenaikan harga CPO dan SMP. Hal ini juga sama akan terjadi pada sektor konsumer lain seperti PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ), emiten ini juga mengalami penurunan laba kotor 2%, sementara itu PT Kalbe Farma (KLBF) yang 90% bahan di beli menggunakan Dollar AS bisa mengalami penurunan 1.5%.

Kini yang memiliki ruang gerak lebih leluasa adalah Sektor ritel, diprediksikan pertumbuhan pendapatan sektor konsumer untuj tahun 2017 mencapai 11%. Jauh lebih rendah dari sektor ritel yang hanya sebesar 13%. Dan Proyeksi pertumbuhan laba sektor konsumer tahun depan hanya 6,1%.