Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Manajer Investasi Lirik Sektor Infrastruktur

Manajer Investasi Lirik Sektor Infrastruktur

863
0
SHARE

Semakin bertumbuhnya perekonomian indonesia, ikut memicu peningkatan juga dalam industri investasi terutama investasi pasar modal. saat ini Manajer Investasi semakin giat untuk melirik Sektor infrastruktur untuk di jadikan aset reksadana kelolaan. Sudah banyak manajer investasi yang mengincar Sektor infrastruktur salah satunya adalah Indo Premier Investment Management (IPIM) yang saat ini semakin gencar melihat saham sektor infrastruktur untuk di jadikan produk reksadana Premier exchange traded fund (ETF) Indonesia State-Owned Companies. Semakin banyak nya banyaknya yang mencari sektro infrastruktur karena pemerintah saat ini terus menambah program pembangunan infrastrukur sehingga ini menjadi ketertarikan bagi setiap Manajer Investasi.

Indo Premier Investment Management (IPIM) menjelasakan, bahwa saat ini masih akan tetap fokus terhadap saham saham milik BUMN yang akan di berikan untung dari program infrastruktur. Jenis reksadana ini terbilang cukup aktif di bursa, dan produk ini terbilang sangat aktif berinvestasi pada saham milik BUMN. Yang menjadi ketertarikan sektor infrastruktur adalah, adanya percepatan pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah kondisi tersebut juga akan ikut menopang pertumbuhan sektor keuangan. Karena Infrastruktur membutuhkan pembiayaan sehingga akan berdampak pada sektor keuangan. Selain itu Sektor konsumer juga di perkirakan akan mengalami peningkatan terbawa dampak pembangunan infrastruktur. Karena proyek infrastruktur akan mampu untuk menekan biaya jual produk, dan hal ini akan membuat daya beli akan semakin meningkat

Saat ini di tengah pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, saham infrastrukur seakan menjadi primadona bagi sebagian Manajer investasi. saat ini sudah banyak manajer investasi yang sudah melirik saham saham milik bumn dalam sektor Infrastrukur. Dan beberapa Saham dalam sektor ini yang menjadi incarana dalah WSKT, BBRI, PTPP dll.