Home ANALISA SAHAM Laba Adaro tumbuh 35%  Menjadi Jadi Rp 5,17 Triliun  

Laba Adaro tumbuh 35%  Menjadi Jadi Rp 5,17 Triliun  

692
0
SHARE

PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) sukses dengan mendapatkan laba bersih sebesar US$ 398 juta setara Rp 5,17 triliun khusus pada tahun 2016. Realisasi itu naik sebesar 35% dari pada laba pada tahun sebelumnya hanya mencapai US$ 294 juta setara Rp 3,82 triliun asumsi kurs Rp 13.000/US$.

Laba bersih Adaro pada dasarnya menurun 6%, sebelumnya US$ 2,68 miliar setara Rp 34,84 triliun untuk tahun 2015 berubah menjadi US$ 2,52 miliar setara Rp 32,76 triliun pada tahun 2016. Akan tetapi beban pokok laba yang mengalami penurunan sesuai dengan laporan memang lebih besar, sebesar 14% dari US$ 2,14 miliar setara Rp 27,82 triliun sekarang menjadi US$ 1,83 miliar atau setara Rp 23,79 triliun.

Terkait EBITDA operasional, itu pun bukan daria komponen akuntansi non operasional berlanjut naik sebesar 22% bergerak menjadi US$ 893 juta year on year.

Angka tersebut melewati panduan EBITDA operasional yang sudah ditetapkan sekitar US$ 450 juta hingga US$ 700 juta sebab perusahaan akan lebih focus pada disiplin biaya serta efisiensi secara berkelanjutan, tegas Garibaldi Thohir Presiden Direktur Adaro, dalam sebuah keterangan tertulis, hari Selasa (07/3/2017).

Garibaldi juga menambahkan, Adaro akan mempertahankan likuiditas agar lebih kuat di US$ 1,15 miliar, akan menyediakan fleksibilitas berabagai penunjang pada kondisi pasar yang fluktuatif.

Kondisi neraca terus bergerak membaik dari rasio utang bersih pada EBITDA operasional 12 bulan sebelumnya mencapai 0,42 kali dari rasio utang bersih pada ekuitas sebanyak 0,10 kali.