Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Kondisi Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Kondisi Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

1163
0
SHARE

20110119100247uangLabilnya market masih menjadi salah satu faktor penentu nilai tukar rupiah terhadap uang asing ini dikarenakan kondisi perekonomian dunia sedang dalam status awas yang membuat khawatir para investor.

Untuk China saat ini sedang dalam kondisi ekonimo yang santai, hal itu akan mempengaruhi indonesia sebagai salah satu rekan export import terhadap China. Dan sebaliknya, Amerika saat ini sedang bergerak cepat dalam roda perekonomiaannya dan akan segera membaik, semoga kondisi tersebut dapat membuat The Fed segera menaikan suku bunga acuan, yang pastinya akan mempengaruhi perkeonomian global termasuk indonesia.

Dengan situasi yang seperti ini dibutuhkan kajian pemerintah untuk membuat solusi dan prediksi untuk nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. karena labilnya ekonomi global ini membuat perekonomian global sulit diprediksi.

Bulan lalu pemerintah sudah menafsirkan bahwa nilai tukar rupiah pada tahun 2015 akan pada kisaran Rp. 11.900 / dolar AS, tetapi prediksi ini membutuhkan koreksi dikarenakan kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed untuk penyesuaian ekonomi dunia pada pertengahan tahun mendatang. Untuk itu pemerintah perlu mencari forecast yang paling masuk akal.

Kemungkinan akan adanya intervensi dari bank indonesia dalam melakukan langkah pencegahan terhadap melemahnya nilai tukar rupiah yang merupakan salah satu hak dan wewenang bank central. Pada tanggal 9-12-2014 rupiah berhasil menguat 20 poin menjadi Rp. 12.335 per dolar AS yang pada sebelumnya berada di posisi Rp. 12.355 per dolar. penguatan ini merupakan salah satu upaya intervensi bank central untuk menekan pelemahan rupiah pada posisi yang lebih dalam.

Namun laju rupiah saat ini sangatlah lambat, dengan adanga sentimen negatif market akan membuat rupiah tertatih. dengan pemangkasan proyeksi yang dilakukan bank dunia terhadap ekonomi indonesia menajadi lawan kuat bagi rupiah untuk merangkak naik. Hal ini akan menjadi skenaria terburuk untuk mata uang rupiah karena para investor akan mengalihkan asetnya kepada dolar untuk mempertahankan nilainya.