Home Investasi Investasi Perikanan Kurang Diminati

Investasi Perikanan Kurang Diminati

704
0
SHARE

Sebagai negara maritim, Indonesia dinilai belum mampu mendayagunakan sumber daya laut secara optimal. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya laut bukan hanya tantangan bagi pemerintah, tetapi juga dunia usaha.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perikanan dan Kelautan Yugi Prayanto, di Jakarta, Selasa (15/1/2013), mengatakan, potensi yang hilang karena tidak tergarap bisa mencapai Rp 10 triliun – Rp 20 triliun per tahun.

“Sektor kelautan masih belum mendapat perhatian dari para investor. Dengan masih besarnya pangsa investasi di darat, maka diperlukan upaya keras untuk menarik para investor terjun ke investasi maritim,” ujarnya.

Kontribusi industri perikanan Indonesia juga masih kecil. Pada tahun 2011, ekspor ikan Indonesia sebesar 3,34 miliar dollar AS dengan luas perairan 5,88 juta kilo meter persegi.

Angka ekspor dalam tahun 2012 diperkirakan naik menjadi sekitar 5 miliar dollar AS dengan produksi 12 juta ton.

Menurut Yugi, pengembangan sumber daya kelautan membutuhkan investasi yang bersifat terpadu. Pemerintah harus lebih memperhatikan kebutuhan nelayan, misalnya, pengadaan gudang pendingin, dan kios pengisian bahan bakar minyak.

Selain itu, penyediaan infrastruktur yang dapat menarik investasi.

“Secara vertikal dari hulu ke hilir, kita menghadapi permasalahan investasi dalam hal kemampuan penangkapan, penyimpanan dan pengawetan, permasalahan pengemasan, pengangkutan sampai pada pemasaran,” papar Yugi.

Yugi menambahkan, jika Indonesia serius menggarap sektor perikanan dan kelautan,  diperkirakan Indonesia bisa menjadi produsen nomor satu di dunia.

Dengan luas perairan 5,88 juta kilometer persegi dan panjang pantai kedua terpanjang dunia, Indonesia hanya mampu berada di posisi ketujuh produsen perikanan dunia.

Sedangkan China yang memiliki luas perairan lebih kecil dari Indonesia bisa menjadi produsen terbesar di dunia.