Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Industri Properti di Tiongkok Mulai Merosot

Industri Properti di Tiongkok Mulai Merosot

517
0
SHARE

Setelah sebelumnya sempat menguasai pasar, bisnis properti di Tiongkok mulai meredup. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab merosotnya sektor properti di negeri tirai bambu tersebut. salah satunya adalah karena adanya kenaikan uang muka atau Down Payment (DP) bagi kredit rumah pertama. Setidaknya sudah ada tiga provinsi di Tiongkok yang mulai melakukan penetapan batas minimum uang muka rumah pada tahun ini. seperti Shanghai yang akan membatasi minimal uang muka sekitar 30% dan berlaku sejak Maret 2016. Bahkan pada bulan November lalu Shanghai kembali meningkatkan batas bawah pembayaran kredit rumah pertama menjadi 70% dari semula hanya 30%. Dengan ketentuan Calon konsumen sudah tercatat pinjaman hipotek di perbankan.

Kebijakan Pemerintah Shanghai ikut mempengaruhi sektor properti di Tiongkok. Hal tersebut berdampak terhadap calon konsumen yang ingin membeli rumah mewah menjadi tidak membeli karena DP yang sangat tinggi. bukan hanya di Shanghai. Di Tianjin juga melakukan hal yang sama, namun dengan jumlah yang masih relatif kecil, di daerah ini batas minimun uang muka bagi pembeli rumah pertama hanya 5%. Berbeda dengan Hangzhou, daerah ini mengeluarkan kebijakan yang membatasi pembelian properti oleh nonpribumi diwilayahnya. Hal ini tentu berimbas terhadap transaksi penjual rumah di Tiongkok melemah. Bulan November Transaksi sektor Properti mengalami perlambatan yang tajam.

Akibat adanya aturan pembatasan pembelian properti telah menurunkan permintaan properti. Ada juga faktor lain yang menyebabkan penurunan penjualan rumah di Tiongkok yaitu kenaikan harga rumah baru. Terhitung dari awal 2016 hingga November 2016 harga rumah baru di Tiongkok melonjak 16% jika dibandingkan diperiode yang sama ditahun sebelumnya. jumlah transaksi penjualan rumah di Tiongkok sampai akhir November 2016 baru mencapai 132 miliar US dollar. Namun hasil tersebut mengalami peningkatan keuntungan sekitar 38%. data Biro Statistik Nasional Tiongkok mengklaim bahwa telah berhasil menurunkan pertumbuhan pasar properti menjadi stabil. Sementara itu untuk investasi real estate mengalami kenaikan 5.7% pada bulan November 2016.