Home Investasi Indonesia jadi Negara Tujuan Investasi China dan Jepang

Indonesia jadi Negara Tujuan Investasi China dan Jepang

743
0
SHARE

Kunjungan Presiden Joko Widodo akhir akhir ini ke negara Jepang dan Tiongkok membuat beberapa pihak optimis bahwa itu akan meningkatkan kerjasama dalam bidang investasi dan juga bisa berpeluang menjadi salah satu negara tujuan utama investasi kedua negara tersebut. Hal ini didasarkan dari adanya komitmen investasi yang disebut oleh kedua negara tersebut pada beberapa kesempatan kunjungan. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sendiri menyebutkan bahwa ada setidaknya kerjasama senilai USD73,46 Milliar dari masing masing negara yaitu Jepang sebesar USD10,06 Milyar, dan China berinvestasi USD63,40.

Investasi Negara Maju ke China

Menurut kepala BKPM sendiri Franky Sibarani, rasa optimis itu juga berasal dari adanya peningkatan yang terjadi pada jumlah permohonan izin investasi dari kedua negara itu Cina dan Jepang akhir akhir ini. Dari Jepang sendiri melalui periode Oktober 2014 sampai Maret 2015 kemarin, jumlah permohonan izin investasi yang dilakukan mencapai USD2,7 Miliar. Lalu investasi yang dilakukan oleh China sendiri dengan periode yang sama sudah mencapai USD13,66 Milyar. Adanya hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survey JETRO sendiri saat ini sudah ada 2/3 dari investor Jepang yang saat ini sedang melakukan ekspansi usaha. Lalu dari Presiden China sendiri Xi Jinping yang telah menyatakan akan mendukung terjadinya komitmen investasi antara China dan Indonesia saat pertemuan bilateralnya dengan Presiden Jokowi, hal ini tentu semakin menambah yakin pihak BKPM akan optimisme kemajuan investasi di Indonesia.

Franky juga menyebutkan bahwa pentingnya negara China berkomitmen di Indonesia, dikarenakan fokus pemerintah lima tahun ke depan nanti adalah adanya pembangunan pada infrastruktur. Rencanan pembangunan infrastruktur sendiri ditaksir akan menggunakan biaya sebanyak USD460 Milyar, yang mana anggaran negara baik APBN dan juga APBD mempunyai setidaknya porsi sebanyak 22 persen. “Pemerintah juga akan memanfaatkan keberadaan Asia Investment Infrastructure Bank,” tambah Franky. Beliau juga menyebutkan bahwa pihak BKPM sendiri akan terus mengawal terjadinya proses invvestasi antar kedua negara dengan Indonesia ini, sehingga adanya peningkatan rasio investasi dari kedua negara tersebut. BKPM berencana terus memaksimalkan semua sektor yang ada untuk melakukan proses end to end proses pelayanan investasi, dari proses perizinan sampai adanya realisasi yang dilakukan di daerah target investasi.