Home ANALISA SAHAM IHSG Rawan Terkoreksi Oleh Aksi Profit Taking : 08 November 2017

IHSG Rawan Terkoreksi Oleh Aksi Profit Taking : 08 November 2017

411
0
SHARE

Ada beberapa proyeksi yang saling bertolak belakang hari ini, misalnya proyeksi dari Indosurya Sekuritas yang masih yakin dengan prediksinya bahwa IHSG hari ini (08 November 2017) masih akan bertahan di zona hijau dan berpotensi mencetak rekor tertinggi baru selama sesi I dan II berlangsung hari ini.

Wlliam Surya Wijaya , Vice Presiden Research Department Indosurya Sekuritas mengatakan bahwa IHSG hari ini akan bergerak pada range 5.969 – 6098.

Bertolak belakang dengan Reliance Securitiies yang memproyeksikan bahwa IHSG hari ini sangat rawan dengan aksi taking profit akibat dari pencapaiannya pada level tertinggi terbarunya. Lanjar Nafi, Salah satu analis Reliance Securities mengatakan bahwa IHSG masih akan melanjutkan penguatan, namun cenderung kepada konsolidasi secara teknikal.

Lanjar Nafi menambahkan bahwa aksi profit taking masih mungkin terjadi dilihat dari momentum overbought yang terjadi pada IHSG saat ini. Sehingga pergerakan IHSG diproyeksikan akan kembali terkonsolidasi pada range level 6.025 – 6.070. Menurutnya saham-saham yang masih bisa diperhatikan saat ini adalah : JPFA, ACES, KLBF, KBLI, SMGR, LTLS dan MNCN.

Oso Securities juga mengemukakan pendapat proyeksinya tentang IHSG menurut analisa teknikal yang dibuat bahwa : pergerakan IHSG saat ini bergerak di area Fibo Projection 161,8%. IHSG sekarang mendekati area dynamic resistance Bollinger Band yang biasanya rawan akan terkoreksi.

Selain itu, Stochastic sedang berada pada trend bearish, RSI Overbough, serta MACD yang masih positif dengan volume naik yang relatif kecil. Tim analisis Oso Securities memproyeksikan IHSG akan bergerak melemah pada range 6.035 – 6.071. Beberapa saham yang masih berpeluang naik adalah : ANTM, ACES, BEST, ASII, BWPT, LPKR, CPIN, SOCI, MYOR, dan PTBA.