Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL IHSG Naik Terbatas, Enam Saham Jadi Pilihan

IHSG Naik Terbatas, Enam Saham Jadi Pilihan

764
0
SHARE

ihsg-hari-iniSecara technical, IHSG bepeluang rebound karena sudah jenuh jual. Tapi, pelemahan rupiah jadi sandungan sehingga laju indeks jadi terbatas. Enam saham jadi pilihan.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (9/12/2013), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 14,27 poin (0,34%) ke posisi 4.195,06. Level terendah 4.194,833 dan tertinggi 4.226,384.

David Sutyanto, analis riset First Asia Capital mengatakan, aksi jual masih terus berlangsung di pasar saham seiring memburuknya kondisi makro ekonomi domestic. “Hal ini ditandai dengan melemahnya rupiah atas dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (9/12/2013).

IHSG akhir pekan kemarin, lanjut dia, kembali terkoreksi 36,106 poin (0,86%) di posisi 4.180,788. “Koreksi ini telah berlangsung selama empat hari perdagangan berturut-turut. Selama sepekan IHSG terkoreksi 1,8%,” ujarnya.

Dana asing, lanjut dia, keluar di pasar saham selama sepekan kemarin mencapai Rp1,14 triliun. “Kondisi makro ekonomi domestik yang memburuk dan antisipasi atas rencana pengurangan stimulus The Fed telah memperburuk kinerja pasar saham domestic,” tandas dia.

Lebih jauh dia menjelaskan, sepanjang tahun ini hingga akhir pekan kemarin IHSG terkoreksi 3,15% dan nilai tukar rupiah atas dolar AS anjlok 24% dari posisi Rp9670 akhir 2012 lalu menjadi Rp11960 akhir pekan lalu. “Sementara pasar saham negara utama dunia terutama di belahan bumi utara bergerak dalam tren bullish,” papar dia.

Indeks saham utama di Wall Street akhir pekan lalu kembali berhasil rebound. Begitu juga sejumlah indeks saham utama di kawasan Euro. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 1,26% dan 1,12% ditutup di 16020,20 dan 1805,09.

Menurut David, pelaku pasar menyambut data-data ekonomi AS yang keluar yang mengindikasikan terus membaiknya perekonomian negara adidaya tersebut. “Angka jobless rate November yang keluar akhir pekan lalu turun menjad 7% dari bulan sebelumnya 7,3% dan estimasi 7,2%. Indeks kepercayaan konsumen AS November juga meningkat ke angka 82,5 dibandingkan bulan sebelumnya 75,1 dan estimasi 76,2,” papar dia.

Di atas semua itu, David memperkirakan, pada perdagangan Senin (9/12/2013), IHSG akan bergerak bervariasi. “Secara technical peluang rebound terbuka menyusul posisi IHSG yang sudah berada di area oversold,” ujarnya.

Namun demikian, dia menggarisbawahi, pergerakan nilai tukar rupiah atas dolar AS yang masih berfluktuasi bisa membatasi peluang rebound tersebut. “IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.150 dan resisten di 4.205,” tuturnya.

Secara teknikal, kata dia, support pertama IHSG berada di level 4.150 dan support kedua di 4.100. Di sisi lain, resistance pertama di angka 4.205 dan resistance kedua di level 4.250.

Di atas semua itu, David menyodorkan enam saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

1. Saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dalam kisaran Rp1.950-2.100, buy on weakness, stop loss di Rp1.940;

2. Saham PT Adaro Energy (ADRO) dalam kisaran Rp1.150-1.200, buy on weakness, stop loss di Rp1.140;

3. Saham PT London Sumatera Plantation (LSIP) dalam kisaran Rp1.870-2.075, Sell on Strength, stop loss di Rp1.860;

4. Saham PT Timah (TINS) dalam kisaran Rp1.610-1.680, trading buy, stop loss di Rp1.560;

5. Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran Rp4.900-5.200, trading buy, stop loss di Rp4.800; dan

6. Saham PT Ciputra Development (CTRA) dalam kisaran Rp720-790, trading buy, stop loss di Rp700.