Home TRADING SAHAM HARGA SAHAM IHSG Menguat, Sementara Rupiah Melemah

IHSG Menguat, Sementara Rupiah Melemah

521
0
SHARE

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  mendarat di teritori positif,  sementara rupiah justru melemah. Tekanan pertumbuhan ekonomi AS telah memicu aksi hindar risiko atas aset-aset berimbal hasil tinggi untuk sementara.  Pelemahan rupiah Kamis (31/1) kemarin  dipicu oleh rilis pertumbuhan ekonomi AS yang dirilis jauh di bawah estimasi 1,1% menjadi kontraksi 0,1% selama kuartal IV-2012 dari kuartal sebelumnya 3,1%.

Hal tersebut  memicu aksi hindar risiko (risk aversion) pada aset-aset berimbal hasil tinggi termasuk rupiah dan terjadi perburuan aset save haven dolar AS.  Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.805 dan level terkuat 9.705 dari posisi pembukaan 9.790 per dolar AS.

Tercatat kurs rupiah  terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Kamis (31/1) ditutup melemah 56 poin (0,57%) ke posisi 9.739-9.749 dari posisi kemarin 9.683-9.693. Dalam kompenen PDB AS, tingkat consumer spending ternyata mengalami kenaikan ke 2,2%. Artinya, level ini lebih kuat dibandingkan ekspektasi dan lebih tinggi dari kuartal III-2012 1,6%.  Karena itu, peluang resesi AS pada 2013 sangat rendah.

Sebab, tingkat pengeluaran masyarakat AS masih cukup positif.   PDB AS hanya memicu koreksi nilai tukar untuk sementara akibat tingginya permintaan save haven.  Sementara itu, dolar AS juga tidak begitu terpengaruh dengan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang memang menunjukkan sikap The Fed yang sedikit lebih dovish (pro-moneter longgar).  Tapi, ini tidak berimbas pada pelemahan dolar AS.

Pasalnya, sikap The Fed secara keseluruhan tidak berubah. The Fed tetap berencana untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah dan program stimulus senilai USD 85 miliar setiap bulan.  Jadi, sentimen dari FOMC ini sudah terdiskon di pasar sehingga dolar AS menguat untuk jangka pendek.  Jika nanti ekonomi AS kembali rebound, pasar bisa beralih lagi ke mata uang berisiko termasuk rupiah.

Akhirnya, dolar AS menguat tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,03% ke 79,29 dari sebelumnya 79,26.  Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke USD 1,3557 dari sebelumnya USD 1,3566 per euro.

Dari bursa saham, Hang Seng Index (HSI) masih ditutup di atas suport. Tapi, HSI masih di atas batas bawah gap di 23.707.  Begitu juga dengan IHSG yang masih tutup di atas support 4.433. Pada perdagangan Kamis (31/1) IHSG  ditutup menguat tipis 0,728 poin (0,02%) ke angka 4.453,703. Karena itu, sinyal dari indeks domestik menjadi tidak negatif hari ini.  Sentimen utama IHSG sebenarnya adalah inflasi yang akan dirilis besok.