Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL IHSG Kembali Tertekan Dibawah Level 6.000

IHSG Kembali Tertekan Dibawah Level 6.000

460
0
SHARE

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (14/11) ditutup dengan pelemahan yang lumayan besar, yaitu 33,16 poin atau (0,55%) di level 5.988,29 dari titik penutupan awal pekan di level 6.021,46. Sebenarnya pergerakan IHSG sudah sempat naik sampai pada level tertinggi pada sesi I 6.039,30 namun kembali ditutup pada level 5.988,26 pada akhir sesi II.

IHSG memang terpeleset ke Zona Merah kembali akibat dari minimnya sentimen positif yang mendukung gerak indeks.

Volume perdagangan kemarin tercatat sebanyak 11,9 miliar transaksi yang terjadi senilai RP. 7,2 triliun. Sebanyak 212 saham mengalami pelemahan, 126 saham mengalami penguatan dan 109 saham yang hanya bertahan pada posisi sebelumnya (stagnan).

Faktor positif yang bisa mempengaruhi IHSG kemarin hanya sektor perdagangan yang membuat pergerakan IHSG mampu naik sampai 6.039,32, namun sektor konsumer, manufaktur dan agri merupakan faktor pelemahan IHSG yang membuat pergerakan turun sampai level 5.988,29.

Oso Securities hari ini (15/11) memproyeksikan bahwa IHSG akan melanjutkan pelemahannya dan bergerak para range 5.969 – 6.011.

Tim analis mereka menyebutkan bahwa secara teknikal IHSG ditutup turun dan breakdown level support. Stochastic dan RSI bergerak bearish sedangkan MACD histogram pada posisi negatif. Dari analisa teknikal tersebut, IHSG berpeluang menuju support harmonic fibonacci 61,8%.

Sedangkan secara fundamental, para pelaku pasar masih mengantisipasi rilis data neraca perdagangan bulan Oktober yang akan dilakukan pada pekan ini. Dimana mereka memperkirakan bahwa neraca perdagangan akan mendapatkan surplus sebesar $ 1,1 miliar, atau lebih rendah daripada bulan sebelumnya yaitu surplus $ 1,76 miliar.

Mereka menyarankan beberapa saham yang bisa diperhatikan dan berpeluang naik hari ini yaitu : APLN, BKSL, ASRI, BSDE, DOID, LPPF, ISAT, MEDC, SCMA dan MIKA.