Home PASAR SAHAM IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

482
0
SHARE

Pada perdagangan Selasa (26/2) laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat dalam support 4.646-4.668 dan resistance 4.708-4.715. IHSG berada pada support 4.646-4.668 dan resistance 4.708-4.715. Indeks berpola kembali menyerupai hammer menyentuh upper bollinger bands (UBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) naik tipis dengan histogram positif yang meningkat. The Relative Strength Index (RSI), William’s %R, dan Stochastic kembali upreversal di atas area overbought.

Kenaikan yang terjadi kembali didukung oleh volume perdagangan sehingga dia pun kembali menaikkan target resistance berikutnya untuk menguji apakah IHSG mampu kembali menabrak target tersebut atau tidak. Dengan asumsi didukung oleh pasar saham Eropa dan AS yang kemungkinan dipicu dari masih adanya rilis emiten yang dapat melampaui estimasi pasar, IHSG pun akan terbantukan untuk kembali bertahan di area overbought-nya. Akan tetapi, tetap perlu untuk mewaspadai potensi pembalikan arah.

Sementara untuk sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan an para pemodal antara lain:. Saham-saham tersebut adalah PT Malindo Feedmill (MAIN), trading buy dengan support Rp 2.850-2.900, resistance Rp 3.050-3.100, dan target harga Rp 3.050. Stochastic masih upreversal. PT AKR Corporindo (AKRA), trading buy dengan support Rp4.150-4.200, resistance Rp 4.400-4.450 dan target harga Rp 4.400. Three white soldier. RSI upreversal. PT Erajaya Swasembada (ERAA), trading buy dengan support Rp 2.750-2.825, resistance Rp 2.975-3.000 dan target harga Rp 2.975. RSI menuju area overbought (OB).

Berikutnya saham PT Lippo Karawaci (LPKR), trading buy dengan support Rp 1.060-1.100, resistance Rp 1.120-1.140 dan target harga Rp 1.130. Hammer. RSI dekati area OB.
Selebihnya, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dalam kisaran Rp 4.600-4.900, trading sell jika Rp 4.750 gagal bertahan; PT Media Nusantara Citra (MNCN) dalam kisaran Rp2.600-2.875, trading buy selama di atas Rp 2.750; PT Astra International (ASII) dalam kisaran Rp 7.700-8.050, trading sell jika Rp 7.800 gagal bertahan.

Sedangkan untuk saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran Rp 9.450-9.800, trading sell jika Rp 9.700 gagal bertahan; PT Multipolar Corporation (MLPL) dalam kisaran Rp 450-500, trading buy selama di atas Rp 460; dan PT Kalbe Farma (KLBF) dalam kisaran Rp 1.140-1.240, trading sell jika Rp 1.190 gagal bertahan.

Sedangkan pada perdagangan Senin (25/2) IHSG ditutup menguat 44,98 poin (0,97%) ke posisi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI) di level 4.696,107. Intraday terendah di level 4.656.261. Volume perdagangan dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan net buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.