Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL IHSG Anjlok 109,23 Poin Iringi Jatuhnya Bursa Asia

IHSG Anjlok 109,23 Poin Iringi Jatuhnya Bursa Asia

345
0
SHARE

Jakarta Composite Indeks / Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan kemarin (30/11) menjelang sesi libur pada 01 Desember 2017, mengalami penurunan yang lumayan tajam. Bergerak dari level pembukaan 6.061,37, turun ke level 5.952,14, mengalami penurunan sebesar 109,23 poin atau 1,80% dan merupakan penurunan besar pertama yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.

IHSG pada siang kemarin mulai bergerak melemah 17,31 atau 0,29% ke level 6.044,06. Pelemahan kemudian dilanjutkan selama sesi II pada sore hari sampai pada poin pelemahan sebesar 109,23 poin atau setara dengan 1,80%.

Hampir keseluruhan sektor dalam negeri mengalami pelemahan, terutama pada sektor industri dasar turun 1,03%, kemudian sektor Consumer dan Manufaktur turun 0,91%. Sedangkan sektor pertambangan mengalami penurunan tertinggi sebesar 0,53%.

Nilai transaksi yang terjadi pada bursa Indonesia kemarin tercatat sebesar Rp. 17,10 triliun. Dalam keseluruhan sesi perdagangan kemarin, tercatat sebanyak 226 saham mengalami penurunan, 142 saham mengalami kenaikan, dan sebanyak 122 saham hanya pada posisi tetap / stagnan.

Beberapa saham yang tercatat melemah kemarin adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR).

Dikutip dari CNBC, pasar saham Asia secara mayoritas mengalami penurunan pada akhir perdagangan kemarin, seiring dengan harga minyak dunia yang stagnan setelah mengalami penurunan tajam di sesi terakhir.

Beberapa saham yang tergabung pada Indeks Nikkei Jepang juga mengalami penurunan seperti Sony mengalami penurunan 2,27%, dan saham Nintendo yang mengalami penurunan 2,23%.

Dua perusahaan besar di Indeks Kospi juga terakhir dengan pelemahan, masing-masing melemah 3,42% dan 6,8%.

Bursa saham Australia ASX 200 juga mengalami pelemahan sebesar 0,69% dipicu oleh sektor material, teknologi serta perbankan yang juga membukukan pergerakan negatif.

Bursa saham Asia terakhir yang mengalami penurunan adalah China, yaitu Saham Shanghai melemah 0,61%, dan Shenzhen mengalami penurunan 0,9%.