Home ANALISA SAHAM Bursa Saham Asia Melonjak, Nikkei Tembus 10.000

Bursa Saham Asia Melonjak, Nikkei Tembus 10.000

374
0
SHARE

Saham-saham di bursa Asia reli pada awal transaksi Rabu, 19 Desember 2012. Penguatan saham di kawasan regional itu menyikapi ekspektasi pelonggaran moneter di Jepang dan dorongan untuk segera membuat kesepakatan di Washington untuk menghindari “jurang fiskal” di AS.
Jika upaya untuk menghindari “jurang fiskal” tidak tercapai, AS dikhawatirkan menghadapi ancaman resesi, karena kenaikan pajak dan pemotongan anggaran.
Seperti dikutip CNBC, pelaku pasar akan fokus pada pertemuan pejabat Bank Sentral Jepang selama dua hari ini untuk menentukan kebijakan. Sementara itu, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, meminta bank sentral untuk mempertimbangkan kesepakatan kebijakan dengan pemerintah guna menetapkan target inflasi 2 persen.

Pada awal transaksi hari ini, indeks FTSE CNBC Asia 100 naik 0,3 persen. Di Jepang, indeks Nikkei diuji pada level tertinggi dalam delapan bulan terakhir di atas 10.000. Kemajuan pembicaraan terkait kebijakan fiskal AS dan harapan pelonggaran moneter agresif di bawah pemerintahan Jepang yang baru, memicu optimisme pelaku pasar.

Indeks acuan di bursa Tokyo itu melonjak 1 persen menjadi 10.023,6 poin, sedangkan Topix menguat 1,1 persen menjadi 825,9.

Pelaku pasar mengabaikan data perdagangan yang mengecewakan selama November, yang jatuh 4,1 persen. Data Departemen Keuangan menunjukkan, penurunan ini sudah memasuki bulan keenam.

Saham Toyota Motor naik 2,1 persen setelah perusahaan mentargetkan produksi global untuk 2013 yang hampir tidak berubah dari tahun ini. Harian Nikkei pagi ini menyebutkan, Toyota mengincar produksi 9,9 juta kendaraan, meskipun terjadi penurunan produksi di dalam negeri.

Sementara itu, saham-saham di Australia naik 0,6 persen dan mencatat level tertinggi dalam 17 bulan terakhir pada Rabu. Penguatan itu dipicu kenaikan saham-saham pertambangan dan perbankan seiring membaiknya harga saham-saham di AS, harga minyak, serta logam dasar.

Indeks acuan S&P/ASX 200 naik hampir 0,7 persen menjadi 4.626,2 setelah ditutup di level 4.595,2 pada transaksi Selasa.

Saham pertambangan Rio Tinto melesat 2 persen dan BHP Billiton menguat 1 persen.

Bursa Korea Selatan tutup pada Rabu seiring pemilihan presiden. Kandidat dari partai konservatif Park Geun-hye memimpin jajak pendapat yang dipublikasikan pekan lalu. Jika menang, dia akan menjadi pemimpin wanita pertama negara itu.

Sementara itu, pada transaksi kemarin di bursa AS, indeks Dow Jones industrial average naik 115,57 poin, atau 0,87 persen menjadi 13.350,96. S&P 500 menguat 16,43 poin, atau 1,15 persen ke posisi 1.446,79. Nasdaq Composite juga terangkat 43,93 poin, atau 1,46 persen ke level 3,054.53.
Saham-saham bank, energi, dan teknologi memimpin reli yang terjadi di bursa AS, setelah muncul harapan akan tercapainya kesepakatan untuk menghindari “jurang fiskal”.