Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL Bursa Saham AS menguat, optimis ekonomi AS membaik

Bursa Saham AS menguat, optimis ekonomi AS membaik

613
0
SHARE

Bursa saham AS berakhir menguat di perdagangan hari Rabu (06/03) dimana saham-saham unggulan AS di Indek bursa Dow Jones melanjutkan kenaikan sebelumnya yang sudah mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah ditopang data ekonomi kenaikan lapangan kerja di sector swasta AS.

Indek Bursa S&P 500 juga menapaki kenaikannya dengan naik dan hanya terpaut 24 poin dari puncak tertingginya yang tercipta pada Oktober 2007. Kenaikan pasar saat ini didukung pula dengan berbagai kebijakan moneter lunak yang dijalankan oleh Bank Sentral AS, Jepang dan Eropa.  Sehari setelah berakhir di puncak tertingginya, Indek Dwo Jones masih mampu melanjutkan kenaikannya di perdagangan hari ini dengan naik lagi 66 poin, berakhir dengan catatan kenaikan 42.47 poin atau naik 0.3%, di level 14,296.24. Sementara Indek bursa saham Nasdaq kehilangan pijakan dengan mencatatkan penutupan perdagangan minus 1.77 poin atau turun 0.1%, ke 3,222.37, jatuhnya indek Nasdaq, dipukul oleh jatuhnya saham Apple Inc yang jatuh 1.3%.

Membaiknya ekonomi AS memberikan rangsangan bagi para investor untuk melakukan investasi yang lebih beresiko, dimana salah satu pilihannya adalah di bursa saham. Data ekonomi terkini AS menyatakan bahwa dibulan Februari ini terjadi kenaikan lapangan kerja disektor swasta, serta penurunan order produksi pabrikan AS lebih sedikit dari perkiraan awal pasar. Bukti lainnya yang dipaparkan adalah melambatnya penjualan ritel AS berdasarkan laporan Beige dari The Federal Reserve.

Data lapangan kerja di sector swasta diterbitkan oleh Automatic Data Processing Inc. (ADP) yang menyatakan kenaikan sebesar 198,000 lapangan kerja,diatas ekspektasi pasar. Bahkan penyerapan tenaga kerja disektor swasta dibulan Januari juga direvisi membaik lebih tinggi angkanya.  Dalam dua bulan ini, angkanya membaik dikisaran 200,000. Sementara data lainya yang dilaporkan pemerintah AS menyatakan order produksi barang manufaktur AS dibulan januari menurun paling tajam diantara lima bulan sebelumnya, oleh melemahnya permintaan perangkat keras militer dan pesawat komersil.