Home PASAR SAHAM Bursa AS masih positif, laju S&P terhenti, Dow Jones naik

Bursa AS masih positif, laju S&P terhenti, Dow Jones naik

439
0
SHARE

Bursa saham AS berakhir menurun dalam perdagangan Selasa (13/03) dimana indek bursa saham Dow Jones terhenti laju kenaikannya dipuncak harga tertingginya dalam sejarah.

Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, bahwa indek bursa S&P 500 akan menjadi lebih krusial, mengingat kemampuan dia menembus level tertingginya akan mengkonfirmasi seberapa kuat dorongan kenaikan indek saham saat ini. Pada perdagangan kemarin, Indek S&P 500 berakhir hanya terpaut kurang dari sembilan point, hari ini menurun dengan terpaut hanya empat belas poin. Indek S&P 500 praktis berakhir minus 3.74 poin atau turun 0.2%, ke 1,552.48, menghentikan laju kenaikan yang dilakukannya selama 7 sesi terakhir ini.

Saham-saham sector keuangan nampaknya menjadi sector yang paling besar terpukul sementara sector komunikasi menjadi sector yang paling Berjaya diantara 10 sektor lainnya. Semua sector terlihat memasuki masa berhenti sejenak, menunggu perkembangan terkini dari Washington sehubungan dengan ketidak pastian baru dalam kebijakan yang akan diambil AS.

Dalam prepektif jangka panjang, pasar terlihat sudah menemukan pijakannya, dengan kata lain bagi para penyuka resiko, momentum beli untuk posisi panjang sudah bisa dilakukan.

Setelah menguat sebanyak 31 poin, kemudian Dow Jones jatuh 35 poin, akhirnya Indek bursa saham Dow Jones berakhir menguat sebanyak 2.77 poin saja dengan berakhir di level 14,450.06, ini merupakan kenaikan tertinggi secara beruntun dalam enam perdagangan terkini. Semenjak 1890, ini merupakan kenaikan pasar yang ke-24. Indek Dow Jones mampu mencetak 14 puncak baru dari 24 puncak yang ada, meski ini tidak lazim bagi Indek Dow Jones untuk mencetak kenaikan baru lagi. Dari nilai buku, kenaikan ini memang mengejutkan, dan apa yang berlaku dalam tiga bulan ini, terlihat akan berlaku sepanjang tahun ini.

Indek Nasdaq berakhir menurun 10.55 poin atau 0.3%, ke 3,242.32, dimana saham Apple Inc., mendapatkan aksi jual yang hebat dan menekan indek bursa dengan jatuhnya harga saham mereka sebesar 2.2% ke harga $428.43

Dari Washington dikabarkan bahwa para politisi Republikan di lembaga legeslatif AS pada Selasa ini mengumumkan rencana mereka mengenai pengurangan deficit anggaran sebesar $528 milyar di tahun anggaran 2014 dan kemudian sebesar $69 milyar di tahun 2016, hal ini diduga akan memicu perdebatan baru mengenai masa depan proposal anggaran 10 tahunan dengan anggota Senat dari Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui public bahwa mulai 1 Maret, berlaku secara efektif pemangkasa anggaran setelah para politisi gagal menemukan kesepakatan guna menjauhi dampak pemangkasan ini. Dan seperti yang diperkirakan sebelumnya bahwa pemangkasa ini akan berlaku sangat keras guna menyembuhkan ekonomi AS, atau para legeslatif mampu membuat kesepakatan baru untuk mengurangi deficit anggaran. Semua pihak disini sangat menaruh perhatian mereka, selain isu mengenai pemangkasan anggaran otomatis ini, juga ditambah kondisi Eropa terkini yang akan berdampak pada ekonomi AS dan mempengaruhi proses perbaikan ekonomi AS. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tergerus sebesar 0.5% hingga 0.6% di tahun 2013