Home ANALISA SAHAM Broker Saham Tertinggal dari Perbankan

Broker Saham Tertinggal dari Perbankan

605
0
SHARE

Tinggal mengkalkulasi hari, program pengampunan pajak atau tax amnesty bakal selesai. Arus masuk dana repatriasi berangsur-angsur mereda, sayangnya jauh semakin banyak masuk ke perbankan di banding insutrumen investasi seperti pasar modal maupun bagian riil.

Menurut data paling akhir Direktorat Jendral Pajak Kementerian Keuangan, dana repatriasi yang masuk ke pasar modal meraih Rp 145 triliun. Sedang menurut data Otoritas Layanan Keuangan yang masuk ke pasar modal cuma Rp 9 triliun.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih peserta tax amnesty yang merepatriasikan dananya dari luar negeri bukanlah orang yang buta mengenai dunia investasi. Jadi bukan hanya salah semua pemangku kebutuhan di pasar modal yang mengakibatkan perbankan menyedot semakin banyak dana repatriasi.

” Peserta Tax Amnesty bukan hanya orang pemula, mereka telah tahu pasar modal. Mungkin saja dia ingin menyimpan di pasar modal itu mungkin saja saja. Namun itu bergantung kemauannya. Ini pilihan, ” katanya waktu dihubungi detikFinance, Senin 27/3/2017.

Menurut Al Fatih ada banyak hal yang bikin perbankan lebih bercahaya untuk menempatkan dana repatriasi. Pertama peletakan dana di perbankan telah hadir semakin lebih lama di banding pasar modal. Perusahaan-perusahaan perbankan juga jauh semakin besar dibandingkan dengan perusahaan sekuritas.

Diluar itu, ketentuan yang mengunci dana repatriasi sepanjang 3 tahun juga jadi argumen. Peletakan dana sepanjang 3 tahun benar-benar lebih sesuai untuk ditempatkan ke wadah yang lebih berbentuk saving seperti tabungan serta deposito. Sementara saham adalah instrumen investasi periode panjang.