Home Reksadana Bisnis reksadana berpotensi tumbuh 15%

Bisnis reksadana berpotensi tumbuh 15%

557
0
SHARE
Reksadana Saham dan Campuran
Reksadana

JAKARTA. Meski pertumbuhan dana kelolaan lumayan seret di tahun ini, para manajer investasi optimistis, terhadap prospek pasar reksadana tahun depan. Mandiri Manajemen Investasi (MMI), misalnya, memasang target pertumbuhan optimistis 30%-40% tahun depan.

Anak usaha PT Mandiri Sekuritas ini menargetkan dana kelolaan hingga Rp 32,2 triliun, naik dari akhir tahun ini yang diperkirakan Rp 23 triliun. MMI berniat mencapai target lewat peluncuran beberapa produk baru.

Direktur MMI, Wendy Isnandar menyebut,sejumlah produk reksadana terproteksi dan tiga reksadana terbuka siap meluncur. Di antaranya reksadana saham dan campuran. MMI memperkecil porsi obligasi sebagai aset dasar reksadana karena ada tekanan inflasi akibat kenaikan tarif dasar listrik. “Untuk reksadana campuran, kami overweight di ekuiti dan netral di obligasi untuk antisipasi inflasi tahun depan,” kata Wendy.

Kenaikan inflasi biasanya diikuti kebijakan bank sentral menaikkan suku bunga acuan. Di pasar obligasi, yield obligasi akan mengikuti kenaikan BI rate tersebut sehingga transaksi cenderung sepi. Ujung-ujungnya, harga obligasi menjadi turun.

Untuk pilihan saham sebagai aset dasar reksadana, MMI akan memilih saham-saham yang memiliki harga yang baik. Selain itu, MMI akan memanfaatkan momentum untuk masuk ke saham-saham pilihan. “Tahun ini, komoditas memang jelek, tapi tahun depan bisa menjadi pilihan apabila bisa masuk kriteria kami,” ujar Wendy.

PT Danareksa Investment Management juga akan mengandalkan reksadana saham dan campuran sebagai kontributor peningkatan dana kelolaan terbesar tahun depan. Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), Zulfa Hendri mengatakan, pihaknya menargetkan pertumbuhan dana kelolaan 17% menjadi Rp 16,38 triliun di tahun 2013, dari posisi saat ini Rp 12,5 triliun.

Danareksa memiliki andalan berupa produk reksadana saham bertajuk Danareksa Mawar Konsumer 10. Produk ini selalu menduduki 10 besar kinerja reksadana saham terbaik. Per 30 November year to date, Danareksa Mawar Konsumer 10 menorehkan imbal hasil 22,46%. “Namun, saat ini belum ada rencana produk baru karena produk kami sudah lengkap. Kami fokus untuk meningkatkan dana kelolaan di masing-masing produk,” kata Zulfa.

Presiden Direktur CIMB Principal Asset Management, Reita Fariati memperkirakan, secara rata-rata, industri reksadana Indonesia akan tumbuh 15% tahun depan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh semakin banyaknya jumlah investor terdidik. Artinya, investor tidak lagi takut dan lari dari reksadana apabila terjadi gejolak pasar. “Investor justru memanfaatkan peluang penurunan pasar untuk masuk ke rekasaadana,”kata Reita.

Selain itu, golongan masyarakat menengah ke atas juga akan tumbuh. Ini merupakan kue yang bisa dicaplok oleh industri reksadana. Agus Yanuar, Direktur PT Samuel Aset Manajemen menambahkan, kelas menengah di Indonesia mencapai 56,5% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 135,6 juta penduduk. “Kelompok ini juga menjadi agen perubahan sehingga bisa dibidik menjadi investor reksadana,” ujar Agus.

Menilik data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), dana kelolaan industri reksdana akhir Oktober mencapai Rp 105,87 triliun, hanya naik 6,9% dibanding akhir 2011. Jumlah reksadana mencapai 695 produk dibanding akhir 2011 sebanyak 646 produk.