Home Investasi Aksi Jual Marak, Rupiah Diprediksi Masih Tertekan

Aksi Jual Marak, Rupiah Diprediksi Masih Tertekan

583
0
SHARE

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih akan melanjutkan tren negatif, mengikuti pelemahan tajam nilai tukar Yen. Selain itu, pergerakan rupiah juga dipengaruhi aksi jual yang terjadi di pasar valas.

Para pelaku pasar menunggu rilis dari pertumbuhan AS serta perbaikan data-data ekonomi secara bertahap pada Eropa dan AS. Hal tersebut membuat kenaikan nilai tukar kedua mata uang.  Namun di sisi lain core CPI Jepang dan adanya harapan akan stimulus telah membuat nilai tukar Yen berdepresiasi.

Apresiasi Euro juga seiring perbankan yang mulai membayar Long Term Refinancing Operations (LTROs) kepada European Central Bank (ECB).   Kemungkinan pelaku pasar masih wait & see terhadap iklim investasi, suku bunga, dan inflasi dalam negeri sehingga membuat perdagangan Rupiah belum menguat.

Selain itu, arus positif investasi asing di pasar saham dan obligasi domestik diprediksi akan memperkuat kurs  rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini.  Aksi ambil untung (profit taking) yang terjadi beberapa waktu lalu akan segera berlalu karena investor berpandangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing cukup bisa meredam pelemahan rupiah sehingga tidak terlalu dalam. Rahmat menilai pekan ini rupiah berpotensi menguat.