Home PASAR SAHAM Agar pasar modal Indonesia tak kalah dari Malaysia

Agar pasar modal Indonesia tak kalah dari Malaysia

665
0
SHARE
Pasar Saham Indonesia
Pasar Saham

Pernyataan yang dilontarkan President Director Center for Banking Crisis Achmad Deni Danuri cukup mengejutkan. Dia menyebutkan bahwa pasar modal Indonesia kalah dibandingkan Malaysia. Dengan indikator jumlah dana yang dikumpulkan dari proses penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO).

Malaysia menjadi negara dengan IPO terbesar kedua di dunia. Persis di bawah Amerika Serikat. Soal IPO, Malaysia berhasil melesat jauh meninggalkan pasar modal Hongkong, China, bahkan London.

Sebenarnya, apa yang menjadi keunggulan pasar modal Malaysia dibanding Indonesia? Achmad Deni Danuri menjelaskan, pasar modal Malaysia mampu melindungi investor. Bukan hanya investor besar saja, tapi juga memperhatikan investor kecil.

“Dan terus mengevaluasi pasar modalnya baik indeksnya, prosedur pencatatannya maupun prosedur disclousure,” ungkap Achmad, Senin (17/12) malam.

Untuk mengalahkan pasar modal Malaysia, maka pasar modal Indonesia perlu berbenah. “Seharusnya ada peraturan prosedur pencatatan. Misalnya yang sudah puluhan tahun belum pernah dievaluasi yang berakibat minat penanaman modal tetap akan minim,” ujarnya.

Keunggulan lain dari pasar modal Malaysia adalah banyak emiten dan investor yang beramai-ramai melantai di sana. Mereka lebih memilih melakukan IPO di pasar saham Malaysia dibanding Indonesia. “Makanya bisa raup IPO gede jadi akuntable dan transparan,” katanya.

Untuk bisa menyaingi pasar modal Malaysia, harus ada riset lebih lanjut terkait pencatatan dan sejumlah item peraturan yang harus di evaluasi. Salah satunya adalah kategori LQ45 sudah lama tidak di evaluasi.

“Untuk pasar modal di Jakarta jarang yang mau riset terkait hal tersebut karena tidak adanya transparansi, kurangnya perlindungan pada investor dan adanya kaitan dengan politik dengan pasar,” ujarnya.

Lahirnya lembaga otoritas jasa keuangan (OJK) diharapkan bisa membuat pasar modal lebih berkualitas. OJK bisa mengatur kembali peraturan dasar pasar modal Indonesia.