Home Investasi 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Apa Dampak untuk Pasar Modal

3 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Apa Dampak untuk Pasar Modal

897
0
SHARE

Pertumbuhan pasar modal Indonesia selama tiga tahun dibawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terlihat cukup baik. Namun pertumbuhan tersebut tidak selamanya mulus. Kebijakan yang dibuat pemeritah membuat kondisi pasar modal mengalami tekanan.

Secara garis besar, dimasa pemerintahan Presiden Jokowi, berbagai saham terpantau mengalami peningkatan kinerja. Harga saham dibeberapa emiten juga mengalami pertumbuhan. namun berbanding terbalik dengan saham milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Banyaknya kebijakan pemerintah terhadap saham BUMN membuat harga sahamnya turun cukup dalam.

Sejatinya, pertumbuhan pasar modal mendapatkan dukungan dari program amnesti pajak. Sebagian dana yang disimpan diluar tersebut masuk kedalam obligasi. Hal tersebut membuat suku bunga turun, yield obligasi turun, dan itu memberikan sentimen positif untuk pertumbuhan.

Untuk pertumbuhan pasar modal yang lebih baik, ada baiknya koordinasi antar kementerian harus diperbaiki. Sebab terlihat kebijakan diantara Kementerian agak berlawanan sehingga memberikan dampak tidak pasti untuk pasar modal.

Seperti contoh, ketika PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang merilis pengumuman untuk mengurangi belanja modal. Poin penyebabnya adalah karena adanya ketidakpastian kebijakan pemerintah kedepannya.  Hal tersebut mengekor langkah perusahaan untuk mengambil jalan lebih luas dalam pasar modal.