Home ANALISA SAHAM ANALISA FUNDAMENTAL 2016, Emiten Plat Merah Akan Bertambah

2016, Emiten Plat Merah Akan Bertambah

1304
0
SHARE
JAKARTA, 30/12 - PERDAGANGAN TERAKHIR BEI 2009. Suasana lantai bursa saat pesta penutupan perdagangan terakhir 2009 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12). Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati kinerja BEI dengan IHSG yang pada perdagangan terakhir ditutup menguat 15,362 poin (0,61%) ke level 2.534,356 merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/pd/09.

Sejak Tahun lalu, Beberapa Anak usaha BUMN dari Sektor Kontruksi sudah merencanakan untuk segera bisa melantai di bursa saham. Hal tersebut juga sudah di tanggapi positif oleh otoritas terkait. Dengan adanya rencana dari anak usaha BUMN yang ingin segera bergabung dengan bursa efe, namun hingga saat ini baru 2 perusahaan yang sudah bisa di pastikan untuk membuka penawaran umum harga saham perdana atau biasa di kenal dengan initial public offering (IPO). Penawaran saham perdana ini akan segera di terbitkan pada tahun 2016 ini dari dua perusahaan yang bergerak dalam bidang kontruksi. Mengingat saat ini pemerintah semakin gencar untuk mengembangkan program pembangunan infrastruktur.

Dari total empat perusahaan BUMN dalam sektor kontruksi yang sudah mengajukan untuk bisa melanatai di bursa, namun hingga saat ini hanya dua perusahaan saja yang sudah bisa di pastikan bisa melantai di bursa saham. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Waskita Beton Precast (WBP) yang merupakan anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan satu lagi dari PT Adhi Persada Properti (APP) yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Dengan begitu bursa saham dari sektor kontruksi akan semakin ramai, dan di pastikan akan masuk kedalam emiten plat merah karena berada di bawah naungan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Waskita Beton mentargetkan untuk segara bisa melantai di bursa efek pada awal September tahun ini. Saat ini Waskita sudah memilih penjamin emisi untuk mengawal korporasi ini diantaranya adalah Bahana Securities, Danareksa Securities, Mandiri Securities, dan BNI securities. Waskita akan mentargetkan saham yang di lepas sekitar 40% dengan pencapaian dana yang di harapkan sebesar Rp 3,5 triliun – Rp 4 triliun untuk pengembangan usaha. dengan segera melantainya Waskita beton, di prediksi pendapatan Waskita akan mengalami peningkatan sekitar Rp 5 triliun atau naik 92% dari perolehan tahun lalu Rp 2,6 triliun. Sementara itu ADHI berencana akan segera melepas 30%-35% saham Adhi Persada lewat IPO pada akhir tahun. Namun dengan target akan segera rampung pada akhir tahun ini.